Media Pers Mahasiswa

36 JUTA RAKYAT NGANGGUR !!!

14 Mei 2009 · Comments Off

Angka pengangguran di Indonesia sangat memprihatinkan, 39% dari angkatan kerja, yakni sekitar 36 juta orang! Menurut penuturan Menaker Bomer Pasaribu, dari jumlah itu terdapat 5,1 juta orang tergolong pengangguran terbuka (bekerja kurang dari satu jam per minggu), 26 juta benar-benar sedang cari kerja, dan sisanya adalah pengangguran terselubung, yakni bekerja kurang dari 35 jam dalam seminggu (2000).

Disamping itu, setiap tahun ada sebanyak 2,5 juta sampai 3,5 juta pekerja baru yang masuk pasar tenaga kerja. Dan estimasi lain menyebutkan bahwa kaum pengangguran sudah mencapai sekitar 50 juta jiwa, sebesar 54 persen dari total angkatan kerja. Sungguh angka yang dramatis!

Bukan sekedar itu. Tingkat pendapatan sebagian besar penduduk Indonesia sangat rendah. Sebab, dengan ketrampilan dan pendidikan yang sangat rendah (77,4% berpendidikan SD/SMP) upah mereka yang bekerja umumnya masih sangat rendah. Hingga tahun 2000, konsep upah minimum regional (UMR) masih lebih rendah dari kebutuhan hidup minimum (KHM) untuk seorang pekerja lajang. Bagaimana pula mereka yang sudah menikah, terlebih-lebih sudah memiliki anak. Ujungnya, jumlah orang fakir miskin semakin bertambah.

Kenapa bisa begitu banyak pengangguran, tanggung jawab siapakah mereka, dan apa solu­sinya, merupakan analisa dari tulisan ini. Tentu saja dengan persepsi Islam.

Mengapa menganggur ?

Sebenarnya, banyaknya pengangguran ini paling tidak berpangkal pada tiga hal. Pertama, banyaknya angkatan kerja baru yang setiap tahun mengalir, namun tidak tertampung dalam dunia kerja. Keadaan demikian yang berlangsung terus menerus menghasilkan tumpukan pengangguran. Ditambah lagi dengan persoalan kedua, yaitu adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi mereka yang memang sebelumnya bekerja. Dan ketiga, tidak dapat berusaha mandiri akibat tidak punya modal atau lahan.

Persoalan pertama dimungkinkan karena tidak seimbangnya penawaran tenaga kerja dengan kebutuhan. Baik karena sedikitnya kesempatan kerja, ataupun tidak sesuainya keahlian yang ditawarkan oleh pencari kerja dengan keahlian yang diperlukan oleh dunia kerja. Tentu hal itu merupakan dampak dari kebijakan yang mendahulukan pertumbuhan ekonomi daripada pemerataan. Sehingga yang tumbuh bukanlah perkembangan ekonomi rakyat banyak, melainkan konglomerasi oleh segelintir orang.

Selain itu, dunia pendidikan yang tidak menukik kepada persoalan praktis yang diperlukan dalam kehidupan hanya akan memperparah banyaknya pengangguran. Apalagi pendidikan yang serba tanggung. Memahami kerangka teoritis setengah-setengah, keahlian praktis pun setengah-setengah. Ujungnya, ke sini tidak ke sana pun tidak. Muara semua ini adalah pengangguran.

Sementara itu, krisis moneter dan ekonomi sekarang ini telah menimbulkan kelesuan ekonomi dalam segala sektor. Hutang yang harus ditanggung perusahaan, investasi yang minim, harga bahan baku yang melonjak, produksi yang mandek, dan daya beli masyarakat yang menurun, memunculkan masalah pada perusahaan yang ada. Akhirnya, dengan alasan rasionalisasi terjadilah pemutusan hubungan kerja. Selama krisis moneter sekarang saja, menurut Kompas (26/2/2000), tercatat sekitar 3 persen dari sekitar 85 juta orang pekerja atau sekitar 2,5 juta orang kehilangan pekerjaan.

Restrukturisasi ekonomi yang dilakukan oleh IMF, bukan menyelesaikan masalah, justru menimbulkan malapetaka: industri bangkrut, pengangguran meningkat, pendapatan turun, harga meroket, dominasi ekonomi asing merajalela!

Dampak dari semua ini adalah bertambahnya penduduk miskin dan semakin parahnya problematika sosial. Pencurian, perampokan, pelacuran merajalela. Dagang VCD porno, penerbitan bermuatan seks menjadi profesi baru. Berbagai jenis judi yang dulu dilarang, kini marak kembali.

Tanggung Jawab Siapa ?

Islam menetapkan bahwa pemenuhan dan kesejahteraan hidup manusia adalah tugas individu itu sendiri, yakni dengan bekerja. Banyak sekali firman Allah SWT dan sabda Rasulullah SAW yang menegaskan hal ini. Misalnya, firman Allah SWT :

Maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezkinya.” (TQS. Al Mulk: 15).

Dalam memaknai ayat ini, Imam Ibnu Katsir (Tafsirul Quranil ‘Azhim, IV, hal. 478) menyatakan: ‘Maksudnya, bepergianlah kamu semua ke daerah di bumi manapun yang kalian kehendaki, dan bertebaranlah di berbagai bagiannya untuk melakukan beraneka ragam pekerjaan dan perda­gangan !’

Rasulullah SAW bersabda:

Tidaklah seorang di antara kamu makan suatu makanan lebih baik daripada memakan hasil keringatnya sendiri” (HR. Baihaqi)

Bahkan Rasulullah pernah mencium tangan Sa’ad bin Mu’adz ra tatkala beliau melihat bekas kerja pada tangan Mu’adz. Seraya beliau bersabda :

(Ini adalah) dua tangan yang dicintai Allah Ta’ala

Jelas, Islam mewajibkan kepada individu masing-masing dengan bekerja. Jika ia tidak mendapat pekerjaan, padahal ia mampu untuk itu, maka tanggung jawab negaralah untuk menyediakannya. Rasulullah SAW ber­sabda:

Seorang Imam adalah pemelihara urusan rakyat, dan ia akan diminta pertanggung-jawaban terhadap masalah rakyatnya” (HR. Bukhari dan Muslim).

Lebih detail, Rasulullah SAW secara praktis senantiasa berupaya memberikan peluang kerja bagi rakyatnya. Suatu ketika Rasulullah memberi dua dirham kepada seseorang. Kemudian beliau bersabda :

Makanlah dengan satu dirham, dan sisanya, belikanlah kapak, lalu gunakan kapak itu untuk bekerja !” (Abdul Aziz Al Badri, idem).

Ketika Khalifah Umar r.a. mendengar jawaban orang-orang yang berdiam di masjid di saat orang sibuk bekerja bahwa mereka bertawakkal, beliau berkata :

Kalian adalah orang-orang yang malas bekerja, padahal kalian tahu bahwa langit tidak akan menurunkan hujan emas dan perak

Kemudian Umar ra. mengusir mereka dari masjid, tetapi memberi mereka setakar biji-bijian. Beliau katakan pada mereka: “Tanamlah dan bertawakkallah kepada Allah !

Dari sini, Imam Ghazali rahimahullah menyatakan bahwa wajib atas Waliyul amri (pemerintah) memberi sarana-sarana pekerjaan kepada para pencari kerja. Menciptakan lapangan kerja adalah kewajiban negara dan merupakan bagian dari tanggung jawabnya terhadap pemeliharaan dan pengaturan urusan rakyat. Itulah kewajiban yang telah ditetapkan oleh Allah SWT sebagai Dzat pembuat aturan hidup. Jelaslah, problematika pengangguran pertama kali terdapat di pundak negara. Dengan demikian, para pemimpin yang takut akan siksa Allah SWT akan berupaya untuk menuntaskan-nya. Bukan sebaliknya, menjadikan kedudukan dan jabatan untuk menjadi penguasa sekaligus pengusaha.

Lantas, Bagaimana ?

Islam mendorong setiap manusia untuk bekerja dan meraih kemajuan material. Untuk itu secara individual, setiap orang perlu memiliki ketrampilan dan keahlian. Orang yang bertugas dalam suatu pekerjaan harus memahami dan menguasai kecakapan dan keahlian di bidangnya. Bila suatu pekerjaan dilakukan oleh orang yang tidak tepat atau bukan ahlinya, berarti tinggal menunggu kehancurannya. Berkaitan dengan hal ini, Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadits berasal dari Abu Dzar ra. Yang mengatakan sebagai berikut:

Ya Rasulullah, apakah anda tidak berkenan mengangkat diriku sebagai pemimpin wilayah? Rasulullah SAW menjawab seraya menepuk-nepuk kedua bahuku: ‘Hai Abu dzar, Anda seorang yang lemah, sedangkan tugas itu adalah suatu amanat yang akan membuat orang menjadi hina dan menyesal pada hari kiamat, kecuali jika ia mampu menunaikan hak dan kewajiban yang dipikulkan kepadanya.”

Hadits ini, sekalipun berkaitan dengan kasus Abu dzar, namun pernyataan ‘kecuali jika ia mampu menunaikan hak dan kewajiban yang dipikulkan kepadanya’ menunjukkan makna umum dalam segala jenis pekerjaan. Dalam kaitannya dengan perkara ini, negara bertugas untuk menyediakan sarana dan prasarana baik formal maupun non formal untuk meningkatkan sumberdaya manusia ini.

Perhatian Rasulullah SAW sebagai kepala negara terhadap persoalan sumberdaya manusia ini demikian besar. “Menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim, walaupun sampai ke negeri Cina,” demikian sabda Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi. Selain itu, tindakan-tindakan kongkrit beliau, seperti keputusan beliau terhadap tawanan perang Badar. Mereka bisa bebas de­ngan syarat masing-masing mengajari 10 orang muslim baca tulis. Juga, tindakan beliau mengirim 2 sahabat, Urwah Ibnu mas’ud dan Ghailan Ibnu Maslaman ke kota Jarasy di Yaman untuk mempelajari pembuatan senjata Dabbabah (serupa tank yang terbuat dari kayu dan kulit) untuk menerobos benteng lawan (Sirah Ibnu Hisyam, II, hal. 478).

Secara sistemik, pemerintah bertanggung jawab untuk mendatangkan investasi yang halal untuk dikembangkan di dalam sektor riil. Sebaliknya, negara tidak mentolerir sedikit pun berkembangnya sektor non riil seperti perdagangan uang, muamalah riba dalam perbankan, dan bursa saham. Sebab, hanya dengan sektor riil inilah penyediaan lapangan kerja akan tercapai.

Sebaliknya, sektor non riil hanyalah menyebabkan beredarnya uang hanya di antara orang kaya saja serta tak ada hubungannya dengan penyediaan lapangan kerja. Lebih dari itu, riba dan bursa saham tersebut haram menurut hukum Allah SWT. Firman Allah SWT tentang riba :

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syetan, lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berpendapat sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (TQS Al Baqarah: 275).

Adapun berkaitan dengan bursa saham, Syekh Taqiyud­din An-Nabhani dalam bukunya Nizhamul Iqtishadi fil Islam menyebutkan argummentasi-argumentasi syar’i tentang batilnya akad dalam bursa saham tersebut. Dan karenanya termasuk dalam perkara yang diharamkan.

Selain itu negara bertanggung jawab untuk menghukum penjahat ekonomi. Investasi sering kali terhalangi hanya karena adanya kejahatan ekonomi yang dibiarkan. Oleh karena itu, Islam menetapkan pelanggaran di bidang ekonomi akan terkena hukum hudud (pelanggar hak Allah dan hukumannya sesuai nash), jinayat (pelanggar badan orang lain), ta’zir (pelanggar hak Allah, tetapi hukumannya belum ditentukan secara spesifik dalam nash) maupun mukhalafah (pelanggar ketentuan daulah Islamiyah).

Bagi mereka yang punya kemampuan tetapi tidak memiliki lahan ataupun modal, pemerintah memberikan milik negara kepada mereka sebagai modal, atau lahan untuk diolah. Itulah yang dalam syariat Islam dengan iqtha’, yaitu pemberian negara kepada rakyat yang diambilkan dari harta baitul mal dalam rangka memenuhi hajat hidup atau memanfaatkan pemilikannya. Berkaitan dengan masalah ini Umar bin Khaththab telah memberikan kepada para petani di Iraq harta baitul mal yang bisa membantu mereka menggarap tanah pertanian serta memenuhi hajat hidup mereka tanpa meminta imbalan apapun dari mereka. Dengan demikian para petani yang tidak memilik lahan atau modal dapat mengerjakan lahan yang diberi oleh pemerintah tersebut sehingga tercipta lapangan kerja baru secara mandiri untuk mereka.

Negara juga dapat mengambil tanah yang telah ditelantarkan selama tiga tahun, seperti yang telah dilakukan oleh Rasulullah saw ketika berada di Madinah. Demikian pula apa yang dilakukan oleh Abu Bakar dan Umar. Lalu lahan tersebut diserahkan petani yang mampu mengelolanya sehingga tanah tetap produktif.

Khatimah

Hal-hal tersebut tidak akan dapat terlaksana bila para pelaksananya (kaum birokrat) berkepribadian rusak. Oleh karena itu hal tersebut baru akan dapat berjalan dengan baik apabila sistem yang diterapkan adalah sistem Islam dan pelaksananya juga orang-orang yang betul-betul takut kepada Allah dan merindukan bertemu dengan-Nya dalam keadaan ridha dan diridhai oleh-Nya. Itulah saat tegaknya Daulah Khilafah Islamiyah.

Comments OffKategori: Uncategorized

Salam Revolusi dan Pergerakan Islam

1 April 2009 · & Komentar

Aksi BEM HAMFARA
Aksi BEM HAMFARA

Akhirnya setelah sekian lama menghilang dari dunia pergerakan, kini kami hadir dengan menghimpun kekuatan dan semangat revolusi. Dengan semangat dan visi baru, pembaca akan dihadirkan berita – berita terhangat dan dikupas dengan tajam dan bahasa yang lugas yang mudah dipahami. Lembaga Pers Mahasiswa, kelak akan menjadi wadah bagi para aktivis pergerakan guna menggali bakat para mahasiswa dan diharapkan mampu menyampaikan segala sesuatu yang ada dalam benak pikiran rekan-rekan mahasiswa dan tidak hanya diakalangan mahasiswa akan tetapi masyarakat luas.

Baca terus →

→ 3 CommentsKategori: Uncategorized

Zionis, Teroris Rasis Super Narsis!

31 Juli 2009 · Comments Off

“Barangsiapa yang meninggalkan jihad karena benci padanya, pastilah Allah pakaikan kepadanya baju kehinaan”. (Ali bin Abi Thalib). Peperangan di Gaza yang memakan waktu 23 hari itu udah mulai mereda. Kata berita sih lagi gencatan senjata. Lebih dari 1300 warga Palestina tewas dan 5.450 korban luka-luka. Sementara kerugian fisik terlihat jelas di daerah Jalur Gaza yang porak poranda bak diterjang badai tsunami. Badan survei independen memperkirakan kerugian akibat tiga minggu serangan Israel di Gaza mencapai US$ 2 miliar. Aset-aset yang hancur termasuk 4.100 rumah 1.500 pabrik, 20 masjid, 31 kompleks keamanan serta 10 jalur pengairan. (Sinarharapan.co.id, 20/01/09).

Sialnya, Israel masih menutup pintu perbatasan. Otomatis suplai bahan bangunan, tenaga medis, obat-obatan, maupun makanan jadi tersendat-sendat. Padahal banyak bangunan yang harus direnovasi untuk kebaikan warga. Banyak pasien yang memerlukan pengobatan. Tapi emang Israel nggak punya belas kasihan. Mereka tetep aja memblokade hubungan warga dengan warga luar Palestina. Tega bener!

Antara Yahudi Dan Zionis

Mata masyarakat dunia terbuka lebar. Semuanya nyadar kalo berita kebrutalan Israel di tanah Palestina bukan rekayasa media massa Islam. Tapi emang kenyataan yang sering ditutupi oleh media massa internasional yang dikuasai orang-orang Yahudi. Wajar kalo buntutnya melahirkan sentimen anti zionis dan Yahudi. Tapi kayanya nggak etis kalo kita memukul rata semua Yahudi itu sama dengan Israel. Kalo berani, jangan pukul rata tapi pukul tuh zionis. Itu baru mak nyoss!

Biar kita nggak salah kaprah, ada baiknya kita tau seluk-beluk Yahudi sebagai agama, sebuah bangsa, keturunan, atau gerakan politik sebelum mengumbar kebencian. Sebagai sebuah agama, Yahudi termasuk agama Samawi seperti halnya Islam dan Nasrani yang diturunkan Allah swt untuk umat manusia. Sebagai sebuah bangsa, Yahudi nggak jauh beda dengan suku bangsa di negeri kita. Seperti suku sunda, suku jawa, suku batak, de el el yang punya ciri khas secara fisik maupun budaya. Sebagai keturunan, anak cucu Yahudi berkembang biak di belahan dunia sampe pojok-pojoknya. Karena Yahudi udah ada dari dulu.

Kalo Yahudi sebagai gerakan politik zionisme, ini yang perlu diwaspadai. Zionisme berasal dari kata ‘zion’, nama salah satu bukit di Yerussalem/Palestina. Adalah Theodorl Hertzl yang pertama kali menggagas gerakan zionis. Tokoh Yahudi Hungaria dan jurnalis sebuah media berpengaruh di Wina (Austria) ini bikin buku yang judulnya “Der Judenstaat” alias “Negara Yahudi”. Buku ini ngomporin orang-orang Yahudi yang kebeneran saat itu lagi dimusuhin ama orang Eropa untuk mendirikan sebuah negara. Hasilnya, digelar deh tuh kongres pertama Zionisme di Basel Swiss tahun 1897 sebagai upaya mewujudkan impian mereka untuk memiliki sebuah negara.

Singkat kata, Negara Israel berdiri tanggal 14 Mei 1948 setelah diproklamasikan oleh David Ben Gurion di bawah foto besar Theodore Hertzl. Sejak saat itu, sepak terjang Zionis di Palestina makin jor-joran demi menjaga eksistensi negaranya. Perlahan namun pasti, mereka melebarkan wilayah negaranya. Yang awalnya cuman secuprit, kini jadi seribu kali cuprit dengan mengusir tuan rumah penduduk asli Palestina. Padahal awalnya mereka adalah tamu, kok bisa-bisanya tamu ngusir tuan rumah. Bener-bener tamu gak tahu malu!

Nah, pren moga jelas ya sekarang kalo tidak semua Yahudi itu zionis. Tapi zionis pasti orang Yahudi. Kita boleh benci bin sewot dengan zionis, tapi dengan penganut agama atau keturunan Yahudi, entar dulu. Jangan keburu nepsong. Tetep kita hormati selama mereka nggak menginjak-injak harga diri kita sebagai muslim. Sepeti yang Rasul ajarkan pada umatnya. Tapi kalo mereka bertingkah seperti halnya zionis di Palestina, kita sambut dengan kumandang jihad. Allahu akba

Sepak terjang Zionis

Setelah negara Israel berdiri, kaum zionis banting tulang biar negaranya tetep eksis. Mereka gencar nyusun kekuatan untuk menghadapi kecaman dunia atas tingkah polah mereka yang nggak tahu malu di bumi Palestina.

Kekuatan pertama mereka adalah media massa. Theodore Herzl (peletak dasar gerakan zionis internasional) dalam konferensi di Swiss,1987 pernah bilang: “Kita akan berhasil mendirikan pemerintah Israel dengan memanfaatkan dan menguasai fasilitas propaganda dan media massa dunia. Pernyataan ini juga dikuatkan oleh seorang rabi Yahudi Rashoron (1986) dalam suatu khutbahnya di kota Braga. “Jika emas merupakan kekuatan pertama kita untuk mendominasi dunia, maka dunia jurnalistik merupakan kekuatan kedua bagi kita”.

Nggak heran kalo banyak orang Yahudi yang menguasai sumber berita dunia. Coba tengok, pendiri kantor berita terbesar di dunia adalah Julius Reuter. Seorang Yahudi yang lahir pada tahun 1816. Di Perancis, seorang Yahudi warga Havas mendirikan kantor berita Havas pada tahun 1835 yang kemudian berubah menjadi kantor berita resmi Perancis. Di Inggris, majalah terbesar The Times pertama kali terbit pada tahun 1788 melalui prakarsa Rochild, warga Yahudi Inggris. Di Amerika Serikat, separoh dari 1700 distributor media massa, secara mutlak, dikuasai oleh Yahudi.

Dengan menguasai media, zionis bebas ngotak-ngatik fakta dan opini sesuai keinginannya sebelum nongol di layar kaca dalam siaran berita atau di media cetak. Peran media massa sebagai agent of change dipake zionis untuk brain washing alias pencucian otak. Biar masyarakat melihat, mendengar, dan berpendapat sesuai harapan zionis. Inilah wujud nyata agenda zionis yang tertuang dalam Protokol (ke-12: “Media massa harus berada di bawah pengaruh kita”

Kekuatan kedua yang dimiliki Zionis adalah lobi politik. Nggak diragukan lagi kalo kepiawaian lobi politik orang zionis sukses menempatkan mereka sebagai sekutu utama negara adidaya. Dua organisasi Zionis Yahudi yang sangat menentukan sikap politik luar negeri AS adalah JINSA (Jews Institute for National Security Affairs) dan CSP (Centre for Security Policy) yang dekat dengan CPD (Committee on The Present Danger). Nggak heran kalo AS mati-matian membela kepentingan Israel. Apalagi AS punya hak veto sebagai anggota dewan keamanan di PBB. Jadi dengan seenaknya bisa mementahkan setiap resolusi PBB yang dianggap merugikan Israel.

Kemesraan AS dan Israel terus terjalin meski presidannya udah gonta-ganti. Nggak heran kalo kini, Obama juga ngikutin tradisi politik AS yang tunduk kepada Yahudi. New York Sun Editorial (January 9, 2008) mengungkap bagaimana sikap Obama terhadap Israel. “saya memiliki komitmen yang jelas dan kuat atas keamanan Israel sekutu terkuat kita di wilayah itu dan satu-satunya di wilayah itu negara dengan demokrasi yang mapan. Dan itu akan menjadi titik awal saya”, ujarnya.

Padahal dulu, Benjamin Franklin, pernah ngingetin bahayanya Yahudi dalam konferensi penyusunan konstitusi Amerika pada tahun 1789 M: “Ketahuilah, di sana terdapat bahaya besar yang mengancam Amerika Serikat, dan itu adalah bahaya Yahudi. Di mana pun mereka berada selalu menimbulkan kehancuran terhadap moralitas dasar yang luhur dan merendahkan tingkat kepercayaan perdagangan. Mereka adalah para penumpah darah dan perampas harta. Sunguh, aku mengingatkan kalian wahai para pemuka bangsa Amerika, jika kalian tidak mengusir Yahudi secara tuntas, maka anak-anak dan cucu kalian akan melaknat kalian di atas kuburan kalian.”

Pren, itulah dua kekuatan utama zionis yang menopang sepak terjang mereka di Palestina. Jadi nggak usah heran bin bengong plus bete kalo perilaku Israel kian arogan. Karena dibelakangnya, ada AS yang menjadi sabuk pengaman Zionis. Makanya Israel juga dikenal sebagai Amerika kecil dan Amerika sebagai Israel besar. Jadi, waspadalah!

Kikis Habis Zionis

Selama nggak ada perlawanan fisik yang seimbang dari negara-negara di Timur Tengah, Israel bakal tetep menjadikan warga Palestina sebagai sasaran tembak. talmud sebagai kitab suci kaum zionis mendoktrin tentara militer Israel untuk memerangi orang-orang non Yahudi. Coba simak ayat-ayat Talmud berikut ini:

“Semua anak keturunan Ghoyim (non Yahudi) sama dengan binatang” (Yebamoth 98a)
“Seorang Ghoyim yang berbaik pada Yahudi pun harus dibunuh, ” (Soferim 15, Kaidah 10)
“Orang Yahudi adalah orang-orang yang shalih dan baik di mana pun mereka berada. Sekali pun mereka juga melakuan dosa, namun dosa itu tidak mengotori ketinggian kedudukan mereka, ” (Sanhedrin, 58b)
“Hanya orang Yahudi satu-satunya manusia yang harus dihormati oleh siapa pun dan oleh apa pun di muka bumi ini. Segalanya harus tunduk dan menjadi pelayan setia, terutama binatang-binatang yang berwujud manusia, yakni Ghoyim, ” (Chagigah 15b)
Nah pren, kebayang dong gimana potret dunia di masa depan kalo zionis sang teroris rasis super narsis itu terus dibiarkan merajalela. Masuk akal kalo masyarakat Eropa pernah mengusir bangsa Yahudi setelah mengetahui niat busuk mereka yang tertuang dalam protokol zionis. Allah swt juga ngingetin kita untuk waspada dengan orang Yahudi, terutama zionis. Firman-Nya:

وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

Dan mereka berbuat kerusakan di muka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan (QS al-Maidah [5]: 64).

لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آَمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا

Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. (QS al-Maidah [5]: 82).

Untuk mengikis zionis nggak cukup mengajak mereka duduk bareng dalam satu meja perundingan. Soalnya bahasa yang dipahami oleh zionis cuman perang, bukan perjanjian gencatan senjata. Untuk memerangi zionispun nggak bisa cuman ngandelin HAMAS, Hizbullah, atau pejuang Palestina. Lantaran Amerika sang adidaya yang jadi bekingnya nggak akan tinggal diam. Jadi mesti dilawan dengan kekuatan yang seimbang. Kekuatan yang menyatukan seluruh negeri-negeri Islam di seluruh dunia yang kini tengah terpecah-belah. Itulah kekuatan negara islam, khilafah Islamiyah.

Seperti kekuatan yang ditunjukkan Rasul saw ketika memerangi Bani Qainuqa, Bani Nadhir, dan Bani Quraizhah. Tiga suku Yahudi yang mengkhianati perjanjian damai dengan umat Islam. Makanya pren, ayo kita sama-sama berjuang demi tegaknya khilafah islamiyah di muka bumi ini. Cuman Khilafah yang bisa mengikis zionis sampe ke akar-akarnya dan melindungi umat dari musuh-musuh Islam. Yuk ah

Comments OffKategori: Uncategorized

Kuliah Gratis

1 April 2009 · & Komentar

Inspirasi Besar STEI HAMFARA

Kondisi perekonomian domestikmaupun internasional mutakhir menuntut kita untuk mencermatinya secara serius dengan sudut pandang yang khusus. Perekonomian yang dengan paradigm kapitalistik dan sosialistik ternyata gagal membawa kesejahteraan sebagaimana yang dicita-citakan.  Pada akhirnya, ketimpangan tatanan ekonomi dunia memaksa berbagai kalangan menengok system ekonomi alternatif, yakni sistem ekonomi Islam.

Sistem ekonomi Islam secara konseptual telah banyak dibahas dalam kajian fiqih muamalah klasik oleh banyak ulama dan cendekiawan muslim terdahulu. Dewasa ini, kajian ekonomi Islam sebagai sebuah alternatif pemecahan problematika kesejahteraan dirasakan besar. Hal ini dibuktikan dengan maraknya kajian kajian tentang sistem ekonomi Islam baik dalam lembaga formal maupun non formal. Baca terus →

→ 4 CommentsKategori: Kampus
Ditandai: ,

MASIHKAH PERUBAHAN ITU DIBUTUHKAN

13 Maret 2009 · Comments Off

By : Zack

Kenapa banyak orang yang meneriakkan perubahan, bisa dikatakan hampir semua orangpun ingin meneriakkan perubahan. Siapasih yang gak mau adanya perubahan.setiap saat dimana kita berkesempatan membuka mata , selalu saja disuguhkan dengan slogan-slogan yang bertemakan perubahan, sembari dibubuhi dengan janji-janji dan senyuman yang memukau bak seorang pahlawan yang dinanti-nantikan. Baca terus →

Comments OffKategori: Uncategorized
Ditandai:

Jihad adalah kebutuhan

9 Maret 2009 · Comments Off

Ustad Panji Kuncoro (P6) alumnus pondok pesantren al-Islam Lamongan, memberikan materi Fiqih Jihad kepada lebih dari 25 mahasiswa di ruang 2, ahad (1/3), pukul 08.00 wib. Diadakannya acara tersebut merupakan bagian dari agenda syiar Lembaga Dakwah Mahasiswa Jamaah Robbani, kata ketua LDM kukus kustiana (P6), alasan membahas materi tersebut karena yang pertama, selama ini belum ada (khususnya di STEI Hamfara) yang membahas materi fiqh jihad. Kedua, selama ini makna jihad hanya diartikan secara bahasa, yaitu bersungguh-sungguh, tapi jarang sekali yang membahas makna syari’-nya yatu berperang di jalan Allah. acara ini juga bertujuan tujuan, paling tidak kita bisa mengingat kembali hadits yang intinya berbunyi “barang siapa mati sedang dia tidak pernah berjihad atau tidak pernah terbersit dalam hatinya keinginan untuk berjihad, maka matinya berada dalam cabang kemunafikan” lanjut kukus. (hq)

Comments OffKategori: Reportase

KnKIE (Kuliah Non Kurikuler Islamic Entrepreneur)

5 Maret 2009 · Comments Off

Jadilah calon Islamic Entrepreneur yang aktif, salah satu tema Kuliah Non Kurikuler Islamic Entrepreneur (KnKIE) yang diberikan Dwi suwiknyo, SEI, MSi, penulis buku How To Manage My Money, di R 2 STEI Hamfara, rabu sore (4/3). Progam perkuliahan yang dilaksanakan setiap hari Rabu sore tersebut, ternyata diminati para mahasiswa, dengan bertambahnya jumlah mahasiswa yang hadir pada pertemuan kedua, kata Direktur progam KnKIE, Priyo Agung (M6). Pada pertemuan perdana kuliah gratis KnKIE sekaligus peresmiannya rabu (25/2) yang diisi oleh Bapak Taufik Hidayat. SEI, mahasiswa yang hadir tidak lebih dari 50 orang, sedangkan pertemuan kedua ini lebih dari 80 orang. “Ide KNKEI yang sebenarnya muncul pada bulan agustus yang lalu namun baru dapat dilaksanakan bulan februari kemarin, merupakan langkah untuk memaksimalkan potensi bisnis mahasiswa hamfara yang berada di asrama,”lanjut Priyo. Harapannya mahasiswa mendapat ilmu, inspirasi dan semangat dari para narasumber yang masih muda dengan nilai lebih dan prestasi yang dimiliki,”tegas Priyo” (hq)

Comments OffKategori: Reportase

Silaturrahmi dan Stadium General Membangun Tradisi Keilmuan

5 Maret 2009 · Comments Off

Hari ahad (1/3) malam hari, DR. Hamid Fahmi Zarkasji pimpinan redaksi jurnal Islamia dan rombongan peserta kader ulama (PKU) Center For Islamic and Occidental Study, Institut Studi Islam Darussalam (CIOS ISID) Gontor silaturrahmi ke kampus STEI Hamfara. Setibanya di Hamfara, Dr. Fahmi dan rombongan makan malam bersama di Ruang 4 lantai satu dan dilanjutkan Stadium General di ruang 2. Kegiatan ini merupakan rangkaian agenda dakwah beliau di Yogyakarta yang pagi harinya Dr. Fahmi dan PKU mengadakan Workshop Pemikiran Islam di UIN Yogyakarta selama dua hari. Stadium General dengan tema membangun tradisi keilmuan agenda mengembalikan kejayaan Islam yang dimotori oleh Pusat Studi Ekonomi Islam (PSEI) STEI Hamfara memberikan daya tarik kepada mahasiswa. Sehingga ruangan dan tempat duduk yang tidak cukup menampung, hingga ada yang rela berdiri. Tapi suasana yang ramai tersebut tak mengurangi kekritisan para mahasiswa dalam memberikan pertanyaan kepada pembicara. (hq)

Comments OffKategori: Reportase

Laporan Pertanggung Jawaban, Pendewasaan BEM

5 Maret 2009 · Comments Off

Sabtu (28/2), 1 tahun progam kerja BEM dipertanggung jawabkan, acara bertempat di Ruang 2 yang dihadiri tak lebih dari 40 orang tersebut, menandai berakhirnya masa jabatan Periode BEM 2008-2009. Sejak pukul 14.00 siang, Diawali pemberian materi oleh Bapak Dwi Condro Triono (Puket III, bidang kemahasiswaan), kemudian diteruskan pertanggungjawaban oleh ketua BEM, kepala Departeman dan Dirjen hingga pukul 21.30 WIB. BEM yang masih 1 tahun menggeliat dengan jumlah pengurus 50 orang di awal periode dan tersisa 42 orang , ibaratkan biji yang baru tumbuh, banyak yang perlu diperbaiki, untuk mencapai sebuah tujuan, kita tidak bisa langsung mencapai tujuan tersebut, biji berubah menjadi kecambah, pelan-pelan tumbuhlah tangkai, kemudian tumbuh lagi daun semakin lebat dan lebat, nah itulah yang dinamakan proses pendewasaan. Kata Marwandi (M6) sebagai dirjen pengembangan jaringan. Berikut Ketua BEM Priyo Agung (M6) dalam closing statement,” perjuangan ini perlu dilanjutkan, evaluasi ini sebagai bahan bakar periode kedepannya dan saya ucapkan terima kasih serta rasa syukur kepada kepercayaan teman-teman semua, karena BEM adalah bukan milik kita saja para pengurus, tapi milik mahasiswa semua dan kampus tercinta” kemudian diakhiri dengan doa bersama dipimpin Ust. Supriyadi (M6).(hq)

Comments OffKategori: Reportase

Penyerahan Bantuan Khusus Mahasiswa Angkatan Pertama

5 Maret 2009 · Comments Off

Penyerahan Bantuan Khusus Mahasiswa Angkatan Pertama

Sabtu, (28/2), pukul 8.30 di ruang 4 Kampus STEI Hamfara, Direktorat Pendidikan Islam Departemen Agama (Dipertais) dengan STEI Hamfara memberikan bantuan khusus mahasiswa (BKM) senilai Rp 500 ribu dalam bentuk kartu SharE kepada 75 mahasiswa yang terpilih. Sebelum penyerahan BKM, Ketua STEI Hamfara, M Ismail Yusanto memberikan motivasi kepada mahasiswa, beliau mengatakan.” Kewajiban terus dijalankan, keterbatasan tidak menyurutkan semangat, bahwa selalu ada jalan keluar dalam kebuntuan, selalu ada titik terang dalam kegelapan, dan selalu ada kemudahan dalam kesusahan, BKM adalah bantuan pertama yang khusus bagi mahasiswa STEI Hamfara agar terus berprestasi”. Mas Yayan, Account Manager BMI cabang Yogyakarta, alumni tahun 2006 JEI STAIN Surakarta juga memberikan kata pengantar kepada para mahasiswa, sangat senang sekali dapat bertemu adik-adik kelas dan para dosen yang telah membimbingnya hingga saat ini.(Hq)

Comments OffKategori: Reportase