Rajawali Peradaban

Oleh : Dedi dan Sulaiman

Sebuah cerita… ada seorang petani yang pergi ke ladangnya untuk beraktifitas seperti biasanya (merawat tanaman-tanaman), tapi suatu ketika waktu itu si petani melihat sebuah telur yang tergeletak di bawah pohon…sambil terkejut si petani penasaran dan langsung mendekatinya ternyata telur itu masih hangat… kemudian mengambilnya, dan langsung dibawanya pulang dan di simpan bersama telur ayam yang sedang dierami induknya. Setelah beberapa hari, telur tersebut menetas bersamaan dengan telur ayam tadi, tapi dengan beda jenis, yaitu sejenis burung.

Seiring bergulirnya waktu, anak ayam dan burung yang kecil tadi tumbuh dan berkembang, eh ternyata slidik punya slidik burung tersebut burung rajawali. Sang induk ayam pun tidak membeda-bedakan anak-anaknya tadi, semua mendapatkan makanan, wawasan dan keahlian hidup yang sama. Mereka belajar berlari, memburu belalang, dan melompat parit-parit kecil.

Suatu saat anak rajawali yang beranjak remaja itu melihat burung rajawali di angkasa yang sedang terbang dengan gagahnya. Ia terpsona melihat hewan yang sejenisnya bisa terbang melayang mengepakan sayapnya seolah hendak menerkam mangsanya.

“Aku ingin terbang sepeti hewan itu, oh alangkah indahnya dan menyenangkan ….ucap si anak rajawali itu”

“Jangan berangan-angan, kita ini cuma anak ayam yang hanya bisa lari kesana kemari dan paling banter melompat-lompat di parit yang kecil…ujar si anak ayam yang ada di sebelahnya sambil menegurnya”

Keesokan hari si anak rajawali tersebut melihat kejadian yang serupa yaitu melihat hewan yang bisa terbang, ia itu terus bergumam dengan nada yang sama…begitu pula si anak ayam yang ada di sebelahnya sambil menegur dan mengingatkan kembali, kalau kita ini gak bakal bisa terbang diangkasa. Dan kejadian tersebut terus berulang-ulang hingga tak terasa si anak rajawali itu sudah dewasa dan masih berkumpul dengan anak-anak ayam yang juga udah dewasa, ia pun belum bisa terbang dan belum pernah mencoba untuk terbang.

Sahabat-sahabatku semua, dari cerita tersebut ada sedikit pelajaran yang ingin penulis sampaikan….,

“Bahwasannya kita semua mempunyai kelebihan dan kekurangan, kelebihan dan kekurangan yang kita miliki ini sebenarnya adalah potensi yang ada pada diri kita. Dengan kekurangan itu kita lebih termotivasi untuk memperbaikinya atau bahkan meningkatkan pada sisi lainnya.

Terkadang kita tidak sadar apa yang selama ini sudah kita lakukan lebih besar dari potensi yang ada pada diri kita, padahal kita masih bisa berkarya lebih besar lagi. Ketidaksadaran ini muncul akibat kita tidak melakukan up grade tentang keahlian dan wawasan kita selama ini, atau mungkin tidak adanya input yang cemerlang ke diri kita. Giliran input yang masuk malahan menjadi penghambat pada diri kita. Kita kadang ragu untuk bergerak maju akibat terpengaruh pendapat buruk mengenai kemampuan kita, ya…akhirnya seperti anak rajawali tadi.

Padahal dengan segala keterbatasan, kita sesungguhnya diciptakan untuk sukses. Terbukti kita lahir di mana disana ada pertempuran yang sangat dahsyat. Ratusan juta sel sperma yang bersaing untuk melewati suatu keadaan yang dapat mematikan mereka. Hingga hanya satulah pemenangnya yaitu yang dapat membuahi sel telur. Dari proses pembuahan ini terbentuk zigot yang berkembang menjadi janin dan akhirnya lahirlah seorang manusia baru. Berdasarkan hal ini tampak jelas bahwa setiap manusia dilahirkan sebagai pemenang dari kompetisi maha dahsyat”.

Oleh karena itu, melalui karya ini penulis ingin menggugah temen-temen yang selama ini masih tidur bahwa kita dapat menciptakan sesuatu yang berguna bagi peradaban manusia, dengan kata lain kita dapat mengubah peradaban kapitalistik menjadi peradaban yang diridhoi Allah SWT, maka…sahabat-sahabatku semua, janganlah ragu untuk itu semua… jadilah Rajawali Peradaban.

ALLAHU AKBAR…ALLAHU AKBAR…ALLAHU AKBAR..!

Komentar ditutup.